Unsoed Dorong Ketahanan Pangan Nasional melalui Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal
Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan SOEDIRMAN AGRISAINTEK – Webinar Series #2 bertajuk “Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” pada Senin (20/7) secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan dua Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed, yaitu Prof. Dr. Ir. Hidayah Dwiyanti, M.Si. dan Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si., yang membahas berbagai inovasi pangan berbasis sumber daya lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada sesi pertama, Prof. Hidayah Dwiyanti menyampaikan materi bertajuk “Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Nira Kelapa”. Beliau menjelaskan bahwa diversifikasi pangan merupakan strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis bahan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal yang melimpah di Indonesia.
Menurut Prof. Hidayah, nira kelapa merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Melalui inovasi teknologi dan pengolahan yang tepat, nira kelapa dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi petani dan pelaku UMKM.
Beliau menambahkan bahwa pengembangan pangan lokal perlu didukung oleh riset yang berkelanjutan serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi inovasi sehingga mampu mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Pada sesi berikutnya, Prof. Rifda Naufalin menyampaikan materi “Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Bahan Baku Lokal”. Beliau menjelaskan bahwa tantangan ketahanan pangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatnya masalah gizi, penyakit degeneratif, serta dampak perubahan iklim terhadap sistem pangan.
Prof. Rifda memaparkan bahwa salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pangan fungsional, yaitu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu potensi lokal yang dikembangkan oleh tim peneliti Unsoed adalah kecombrang, yang kaya akan senyawa bioaktif dan telah berhasil dihilirisasi menjadi berbagai produk pangan inovatif melalui kolaborasi dengan mitra industri.
Beliau menambahkan bahwa pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat, pemberdayaan petani dan UMKM, serta penguatan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, kekayaan biodiversitas Indonesia merupakan modal besar untuk menghasilkan produk pangan inovatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Melalui penyelenggaraan SOEDIRMAN AGRISAINTEK – Webinar Series #2, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendiseminasikan hasil penelitian kepada masyarakat. Webinar ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong hilirisasi inovasi berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan pangan yang mendukung kesehatan masyarakat, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui hilirisasi hasil riset menjadi produk inovatif, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.



