Kuliah Praktisi D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan Unsoed Bahas Teknologi Pemetaan Modern dan Peluang Karier di Era Digital
- Categories Berita
Purwokerto, 28 Oktober 2026 – Program Studi D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan (PSL), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menyelenggarakan kuliah praktisi bertema “Teknologi Pemetaan Modern untuk Perencanaan Sumberdaya Lahan: Skill Spasial dan Peluang Karier Lulusan PSL di Era Digital” pada Rabu (28/10), bertempat di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto. Kegiatan ini menghadirkan Surya Waradi Muwahid, S.Pd., M.Sc., praktisi pemetaan dari PT Multi Konsultindo Jaya, dengan moderator Taufik Walinono, S.Pd., M.Sc., dosen D3 PSL.
Kuliah praktisi diikuti oleh 190 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa D3 PSL, mahasiswa Program Studi S1 Agroteknologi peminatan Ilmu Tanah, serta mahasiswa Teknik Pertanian yang memiliki ketertarikan pada bidang pemetaan. Bagi mahasiswa D3 PSL, kegiatan ini juga mendukung pembelajaran dan konversi mata kuliah yang relevan, yaitu Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Sistem Informasi Geografis (SIG), serta Perencanaan Pengembangan Wilayah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P.; Wakil Dekan Bidang Akademik, Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D.; Koordinator D3 PSL, Hana Hanifa, S.P., M.Sc.; serta sejumlah dosen D3 PSL.
Dalam pemaparannya, Surya membagikan pengalaman profesionalnya dalam berbagai proyek survei dan pemetaan, termasuk kegiatan ILASPP dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak 2018. Ia menjelaskan perkembangan teknologi pemetaan dari penggunaan meteran dan total station hingga pemanfaatan Global Navigation Satellite System (GNSS), drone, dan fotogrametri. Perkembangan tersebut memungkinkan proses pengukuran menjadi lebih praktis dan efisien, dengan tingkat ketelitian yang tinggi apabila didukung metode dan prosedur pengukuran yang tepat.
Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah pemetaan batas kawasan hutan di Wonosalam, Jawa Timur, pada 2021 melalui kegiatan joint survey untuk membantu menyelesaikan persoalan batas wilayah antara masyarakat dan kawasan kehutanan. Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai acuan dalam mendukung kegiatan PTSL. Narasumber juga menceritakan pengalaman pemetaan di wilayah Batur, Banjarnegara, yang mencakup 9.888 bidang tanah dengan luas sekitar 1.010 hektare dan diselesaikan dalam waktu 30 hari. Proyek tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan fotogrametri berbasis drone untuk mempercepat pemetaan bidang tanah pada kondisi yang sesuai.
Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar SIG, GNSS, GPS, Ground Sampling Distance (GSD), resolusi spasial, Ground Control Point (GCP), dan Independent Check Point (ICP). Selain itu, Surya memperkenalkan berbagai jenis drone, seperti fixed wing, VTOL (Vertical Take-Off and Landing), dan multirotor, serta perkembangan teknologi LiDAR, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan digital twin yang semakin relevan dalam pemetaan modern.
Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman lapangan. Pemahaman terhadap regulasi penerbangan drone serta kemampuan mengolah dan menganalisis data spasial menjadi bekal penting bagi calon tenaga profesional.
Kuliah praktisi ini juga menyoroti luasnya peluang karier lulusan PSL, mulai dari instansi pemerintah, sektor pertanahan, perusahaan perkebunan dan pertambangan, perusahaan survei dan pemetaan, konsultan perencanaan wilayah, hingga organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi yang berlangsung aktif. Melalui kegiatan ini, Program Studi D3 PSL Unsoed berharap mahasiswa mampu menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik profesional, meningkatkan keterampilan spasial, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin mengandalkan teknologi digital dan data geospasial.
Previous post



