Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Proteksi Tanaman Ramah Lingkungan, Prof. Loekas Soesanto Dipercaya Jadi Tenaga Ahli PARCIC di Timor Leste
PURWOKERTO – Pakar Pengendalian Hayati Tanaman, Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D., kembali dipercaya untuk berbagi keahliannya di tingkat internasional. Kali ini, Prof. Loekas berkunjung ke Baucau, Timor Leste, sebagai narasumber utama dalam program pendampingan petani yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah PARCIC. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA Japan) melalui skema FY2026 NGO Partnership Grant Aid Project.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam dua tahap kunjungan, yaitu pada 18–23 Juli 2026 dan 15–19 Agustus 2026. Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah bimbingan teknis dengan tema “Produksi dan Pengembangan Usaha Pestisida Alami Berbasis Kelapa”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan lokal untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit.
Permasalahan yang dihadapi petani di Timor Leste memiliki kesamaan dengan berbagai wilayah di dunia. Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada kemampuan petani dalam melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Jika tanaman tidak mendapatkan perlindungan yang baik, risiko gagal panen akan meningkat dan pada akhirnya dapat mengancam ketersediaan pangan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Prof. Loekas memperkenalkan pendekatan pengendalian tanaman yang lebih ramah lingkungan, terjangkau, dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh petani. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti kelapa, untuk menghasilkan pestisida alami. Selain itu, petani juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan agen hayati sebagai bagian dari pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang relatif mahal. Dalam jangka panjang, penggunaan metode pengendalian yang lebih bijaksana juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan menjaga kualitas lahan pertanian.
Selama berada di Baucau, Prof. Loekas tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik bersama para petani. Pendampingan mencakup proses pembuatan pestisida alami, uji coba di lapangan, pengendalian dan pemeliharaan kualitas produk, hingga strategi untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan hama dan penyakit.
Direktur PARCIC Timor-Leste, Junko Ito, menyampaikan bahwa pengalaman Prof. Loekas dalam bidang penyakit tumbuhan dan pengendalian hayati sangat penting dalam meningkatkan keterampilan teknis para petani. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara langsung dan dikembangkan sesuai dengan kondisi pertanian setempat.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi ilmu pengetahuan dari UNSOED dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di tingkat internasional. Melalui berbagi pengetahuan dan pendampingan secara langsung, ilmu proteksi tanaman diharapkan tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.
Ke depan, kerja sama lintas negara seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi penguatan proteksi tanaman, keberlanjutan pertanian, serta ketahanan pangan masyarakat Timor Leste.

Gambar 1. Memberikan pelatihan cara perbanyakan agen hayati

Gambar 2. Kegiatan pembuatan metabolit sekunder

Gambar 3. Peninjauan langsung kondisi tanaman di lahan



