Tim Peneliti Unsoed Dorong Sistem Energi Sirkular Melalui FGD Model Bisnis Minyak Jelantah Berbasis Komunitas
Purwokerto (27/10/2026) — Tim peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Bisnis Bioenergi Minyak Jelantah Berbasis Komunitas untuk Sistem Energi Sirkular di Purwokerto pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Bank Indonesia melalui skema Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026.
FGD ini diselenggarakan untuk merumuskan strategi pengelolaan minyak jelantah terintegrasi guna mendukung transisi energi hijau berbasis partisipasi masyarakat. Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Pertamina RU IV Cilacap, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyumas seperti Bapperida dan Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Banyumas, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto, serta pegiat Bank Sampah dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta agregator/pengepul minyak jelantah di wilayah Banyumas.
Hasil temuan riset awal tim peneliti Unsoed menunjukkan bahwa potensi minyak jelantah di tingkat rumah tangga dan UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas sangat besar. Namun, tata kelola minyak jelantah sebagai bahan baku bioenergi saat ini masih dihadapkan pada tantangan fragmentasi di tingkat hulu. Sebagian minyak jelantah yang dihasilkan rumah tangga dan UMKM kuliner masih terbuang ke lingkungan atau digunakan kembali secara tidak sehat. Dalam hal ini, Bank Sampah dan KSM memiliki peran vital sebagai sistem pengumpulan (collection system) di tingkat tapak, yang selanjutnya disetorkan ke agregator lokal.
Ketua Tim Peneliti dari Unsoed, Dr. Furqon, STP, M.Si, menekankan pentingnya membangun ekosistem rantai pasok minyak jelantah yang menjembatani kelompok masyarakat dengan kebutuhan industri hilir.
“Tantangan utama pengelolaan minyak jelantah berbasis komunitas bukan sekadar insentif harga, melainkan kemudahan aksesibilitas penjemputan dan kepastian saluran pemasaran. Temuan kami mencatat sebanyak 24,8% masyarakat berada pada segmen non-moneter yang bersedia menyerahkan jelantah atas dasar kepedulian lingkungan dan sosial. Melalui model bisnis terintegrasi ini, kita menyinergikan kekuatan modal sosial bank sampah dengan standar mutu yang disyaratkan oleh industri bioenergi.” ujar Dr. Furqon.
Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., dalam sambutan pembukaannya menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret atas permasalahan ekonomi dan lingkungan di masyarakat.
“Fakultas Pertanian Unsoed menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Institute dan seluruh mitra yang mendukung penelitian ini. Minyak jelantah yang semula dipandang sebagai limbah rumah tangga memiliki potensi besar menjadi bahan baku bioenergi seperti sustainable aviation fuel (bioavtur) yang bernilai ekonomi tinggi. Melalui pendekatan energi sirkular berbasis komunitas ini, kita tidak hanya mengurangi risiko pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan multiplier effect seperti menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian daerah.” ujar Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P.
Tim Engineering & Development Refinery Pertamina RU IV Cilacap, Widhio Setyo Nugroho, yang menjadi narasumber dalam forum ini menyampaikan bahwa selama ini Pertamina menerima feedstock SAF dengan skema business to business (B to B). Pada tahun 2027 secara mandatory SAF ditargetkan sebesar 1%, dan ekosistemnya terbentuk pada tahun 2029. Oleh karena itu forum diskusi ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat terkait pasokan minyak jelantah dengan standar mutu teknis yang ditentukan. Sinergi antara kelompok pengumpul lokal, agregator, akademisi, Pemda, dan industri hilir seperti Pertamina merupakan kunci utama agar rantai pasok bioenergi berkelanjutan dapat terwujud secara konsisten.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, tim peneliti menyerap berbagai masukan strategis dari Pertamina selaku pelaku industry SAF, Pemerintah Daerah, DPRD, hingga komunitas pengumpul di tingkat akar rumput. Seluruh informasi yang digali dalam diskusi ini akan menjadi bahan analisis utama bagi tim peneliti Unsoed untuk merumuskan rekomendasi dan formulasi model bisnis bioenergi berbasis minyak jelantah yang inklusif, dapat diterapkan secara konkret, serta bernilai tambah bagi ekosistem energi sirkular di daerah.

Informasi Tim Peneliti:
Ketua: Dr. Furqon, STP., M.Si (Faperta)
Anggota: Prof. Dr. E. Suharno, S.E., M.Si. (FEB); Budi Yoko, SP, M.Si, (Faperta); M. Anwari Leksono, ST, MT. (Kementerian PPN/Bappenas); Malinda Aptika Rachmah, SP, M.Sc (Faperta); Lutfi Zulkifli, SP, M.Si (Faperta); Rr. Diyah Woro Dwi Lestari, S.Psi., M.A. (FK).



