Faperta Unsoed Dorong Sinergi Konkret dan Berkelanjutan Bersama 451 Mitra
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali memperkuat jejaring strategis dengan menyelenggarakan Temu Mitra 2026 bertema “Sinergi dan Kolaborasi Inovatif Faperta dan Mitra Menuju Pertanian Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan” di Ruang Rapat Besar Gedung A Faperta Unsoed, Rabu (16/9). Acara ini dihadiri oleh 16 perwakilan mitra dari total 451 mitra yang telah terjalin sejak 2020, mencakup dunia usaha/dunia industri (DUDI), lembaga pemerintah, BUMN/BUMD, hingga perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi Faperta Unsoed dengan berbagai mitra dari dunia usaha, dunia industri, pemerintah, serta lembaga terkait. Bermula dari tahun 2020 hingga saat ini, Faperta Unsoed telah menjalin relasi dengan 451 mitra. Turut hadir pula dalam kegiatan ini jajaran pimpinan fakultas, ketua jurusan, ketua program studi, kepala laboratorium, dan tim MBKM.
Ketua Temu Mitra Faperta Unsoed, Karseno, S.P., Ph.D., menegaskan pentingnya memperluas jangkauan dan mendongkrak kualitas kolaborasi. “Kerja sama harus terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak jangka panjang,” ujar Karseno. Hal senada disampaikan Dekan Faperta Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., yang memaparkan berbagai cakupan program, mulai dari pendidikan pascasarjana internasional, pertukaran mahasiswa dengan Ibaraki University Jepang, hingga magang MBKM bersama BUMN dan kementerian terkait. Sinergi ini mencakup pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, magang MBKM, hingga hilirisasi inovasi.

Temu Mitra 2026 menghadirkan sejumlah mitra sebagai narasumber dalam sesi paparan dan diskusi. Sesi pertama dimoderatori oleh Dr. Mustaufik dengan menghadirkan Agustinus Budi S., S.P., M.P., Vice President Research PT Sang Hyang Seri; Arfie Thahar, S.TP., M.M., Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP); serta Maria Wuri Handayani, S.Si., MBA, Marketing Manager PT Sriboga Flour Mills, yang disampaikan oleh Ahmad Mukholil, Head of SME Empowerment.
Paparan dan diskusi dilanjutkan dengan mitra lainnya, yaitu CV Bunga Palm, CV Kubajatani, dan Balai Benih Pertanian Wilayah Banyumas. Pada sesi berikutnya turut hadir PT Indonesia Power UBP Mrica, PT Mitra Desa Kebumen, PT Mitra Desa Pamarican, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Yogyakarta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan bersama PT Karya Stasiun Grup, CV AA Kadu Nyentang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Koperasi Produsen Rumpun Prima Agrodaya, serta PT Mitra Desa Pamarican.
Di bidang pendidikan, kolaborasi terwujud lewat program pertukaran mahasiswa dengan Ibaraki University Jepang, penerimaan mahasiswa doktoral internasional (Sudan, Pakistan, Timor Leste), serta magang MBKM bersama BUMN dan instansi lain hingga Kementerian Pertanian. Selain itu, keterlibatan dosen praktisi dan dosen tamu dari industri turut mematangkan kesiapan kerja mahasiswa.
Sinergi Faperta Unsoed juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program pengabdian. Salah satu contoh konkretnya adalah keterlibatan mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis Faperta Unsoed yang berkolaborasi dengan PT PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam program pemberdayaan warga sekitar Waduk Mrica, Banjarnegara, yang mencakup kegiatan pembibitan tanaman, pengolahan pakan, dan pengembangan ternak kambing.
Pada aspek penelitian dan hilirisasi inovasi, Faperta Unsoed terus mengembangkan riset kolaboratif. Beberapa fokus utama di antaranya mencakup penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk budidaya bawang merah bersama PT PLN Indonesia Power, pengembangan varietas unggul melalui program PALAPA (padi di sela kelapa) dan PARIKESIT (padi di sela kelapa sawit), serta penerapan teknologi pompa air energi surya di Wlahar Wetan, Banyumas untuk menyokong produktivitas pertanian warga.
Melalui Temu Mitra 2026 dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) baru, Faperta Unsoed berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas guna mendukung kemandirian pangan nasional serta keberlanjutan sektor pertanian.



