Back

Faperta Unsoed Gelar Workshop Pembangunan Zona Integritas, Perkuat Strategi Penyusunan LKE

Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Faperta Unsoed) menyelenggarakan Workshop Pembangunan Zona Integritas (ZI) pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat Besar, Gedung A Lantai 2, Fakultas Pertanian Unsoed. Kegiatan ini mengusung agenda utama “Strategi Penyusunan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Pembangunan Zona Integritas” sebagai upaya memperkuat tata kelola fakultas yang bersih, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Muslihudin, M.Si., salah satu anggota tim penilai LKE Zona Integritas Unsoed, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh Dekan, para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan, para Koordinator Program Studi, Kepala Bagian Umum, para Ketua Tim Kerja, serta anggota Tim Kerja dan Tim Pendukung Zona Integritas Fakultas Pertanian Unsoed.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pembangunan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam penyusunan LKE yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan indikator evaluasi. Pembahasan juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan dokumen atau pencapaian predikat, tetapi harus menjadi bagian dari upaya nyata untuk membangun budaya kerja berintegritas dan meningkatkan kualitas layanan kepada sivitas akademika serta masyarakat.

Materi workshop membahas enam area perubahan yang menjadi fondasi pembangunan Zona Integritas, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Keenam area tersebut saling berkaitan dan memerlukan dukungan seluruh unsur organisasi. Penyusunan LKE perlu didukung oleh bukti pelaksanaan program yang relevan, terukur, dan dapat diverifikasi, sehingga evaluasi tidak hanya menggambarkan kelengkapan administrasi, tetapi juga menunjukkan implementasi kebijakan dan dampak perbaikan yang telah dilakukan.

Selain itu, pembangunan Zona Integritas diarahkan pada tiga fokus sasaran, yaitu integritas, kapabilitas, dan pelayanan publik prima. Integritas menitikberatkan pada pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta penguatan pengendalian dan pengawasan internal. Kapabilitas berfokus pada optimalisasi kinerja dan peningkatan kualitas manajemen organisasi. Sementara itu, pelayanan publik prima diarahkan pada peningkatan mutu layanan dan kepuasan penerima layanan.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam materi adalah perlunya menghindari pelaksanaan pembangunan Zona Integritas yang hanya berorientasi pada penghargaan, dokumentasi formalitas, atau pemenuhan kewajiban administratif. Program dan inovasi yang dikembangkan harus berangkat dari kebutuhan pengguna layanan, menjawab isu strategis, serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Untuk mendukung keberhasilan pembangunan Zona Integritas, diperlukan komitmen pimpinan yang diikuti oleh seluruh unsur organisasi, penyederhanaan proses kerja, inovasi layanan berbasis kebutuhan, penguatan sistem pengendalian internal, serta pemantauan dan evaluasi program secara berkala. Pemanfaatan teknologi informasi dan keterbukaan informasi juga menjadi aspek penting dalam mendukung tata kelola yang efektif dan transparan.

Pembangunan Zona Integritas merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Implementasinya diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang bersih, akuntabel, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Upaya tersebut juga selaras dengan semangat Kampus Berdampak, yang menekankan pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan Zona Integritas memerlukan keterlibatan seluruh unsur organisasi, komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program. Oleh karena itu, penyusunan LKE perlu dipandang sebagai instrumen evaluasi sekaligus sarana untuk mengidentifikasi kesenjangan, menentukan prioritas perbaikan, dan memastikan keberlanjutan reformasi birokrasi di tingkat fakultas.

Melalui workshop ini, Fakultas Pertanian Unsoed diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antara pimpinan, jurusan, program studi, tenaga kependidikan, serta seluruh tim pelaksana Zona Integritas. Dengan demikian, pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada penyusunan dokumen evaluasi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan tata kelola fakultas yang berintegritas, pelayanan yang berkualitas, dan kinerja institusi yang memberikan dampak nyata.

#sdg4 #sdg17

#unsoed