Perkuat Kurikulum Proteksi Tanaman, KBK Perlindungan Tanaman Unsoed Lakukan Benchmarking ke UGM
Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Perlindungan Tanaman, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan kunjungan kerja (benchmarking) ke Program Studi S1 Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat, 23 Juni 2023. Langkah strategis ini diambil guna merumuskan keunikan, keunggulan kurikulum, serta mengoptimalkan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Unsoed.
Rombongan KBK Perlindungan Tanaman Unsoed dipimpin langsung oleh Prof. Ir. Loekas Soesanto, Ph.D., didampingi oleh Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P., dan Ir. Abdul Manan, M.P. Kehadiran tim Unsoed disambut hangat oleh Ketua Program Studi S1 Penyakit Tanaman UGM, Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc., selaku narasumber utama dalam diskusi tersebut.
Pertemuan ini berfokus pada pemetaan visi, misi, dan tujuan pembentukan prodi proteksi tanaman, yang kemudian diturunkan ke dalam tema serta mata kuliah spesifik. Melalui benchmarking ini, Unsoed berhasil merumuskan sejumlah mata kuliah unik yang akan menjadi keunggulan kompetitif, di antaranya Manajemen Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Manajemen Kesehatan Tanaman, Pengelolaan OPT Durian, Manajemen Hama Gudang dan Pemukiman, Koleksi Serangga dan Penyimpanan Mikroba, Teknik Fotografi OPT dan Teknologi Biopestisida dan Metabolit Sekunder
Selain penguatan kurikulum, agenda krusial yang dibahas adalah model penerapan MBKM. Diskusi ini menyoroti perbedaan teknis penyetaraan (konversi) mata kuliah antar kedua universitas. UGM menerapkan model pembentukan mata kuliah baru khusus untuk program MBKM. Sementara itu, Fakultas Pertanian Unsoed mengoptimalkan model penyetaraan dengan memanfaatkan mata kuliah yang sudah tersedia di dalam kurikulum yang berjalan.
Prof. Ir. Loekas Soesanto, Ph.D., menyatakan bahwa hasil diskusi ini sangat berharga untuk memberikan arah yang lebih jelas bagi masa depan pendidikan proteksi tanaman di Unsoed. “Kolaborasi dan adaptasi kurikulum ini penting agar lulusan kita memiliki keahlian spesifik yang menjawab tantangan nyata di lapangan, sekaligus tetap fleksibel dalam mengikuti program MBKM,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan akademis antara Unsoed, UGM, serta Universitas Negeri Jember (UNEJ) dalam jejaring pengembangan ilmu proteksi tanaman di Indonesia.


