KBK Perlindungan Tanaman Prodi Agroteknologi Faperta Unsoed Lakukan Benchmarking dan Bergabung dengan APSITA
KBK Perlindungan Tanaman Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan benchmarking dengan Asosiasi Program Studi Proteksi Tanaman Indonesia (APSITA) sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan mempersiapkan pembentukan Program Studi Proteksi Tanaman di lingkungan Fakultas Pertanian Unsoed. Kegiatan ini berlangsung dalam pertemuan rutin APSITA yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) Tahun 2023 di Universitas Lampung pada tanggal 27–29 Juli 2023.
Dalam kegiatan tersebut, KBK Perlindungan Tanaman Prodi Agroteknologi Faperta Unsoed diwakili oleh Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S. dan Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P. Kehadiran keduanya bertujuan untuk memperkenalkan rencana pembentukan Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed kepada pengurus dan anggota APSITA yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui forum tersebut, perwakilan Unsoed memaparkan visi dan arah pengembangan program studi sekaligus melakukan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, sumber daya manusia, serta peluang kerja sama akademik di bidang proteksi tanaman. Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis dalam memperoleh masukan dan referensi guna mendukung proses pembentukan Program Studi Proteksi Tanaman yang berkualitas dan berdaya saing.
Salah satu hasil penting dari kegiatan tersebut adalah diterimanya Program Studi Proteksi Tanaman yang sedang dirintis oleh Fakultas Pertanian Unsoed sebagai anggota baru APSITA. Dengan bergabungnya dalam asosiasi ini, Unsoed memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan APSITA, seperti pertukaran mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penelitian kolaboratif antarperguruan tinggi, seminar ilmiah, workshop, serta berbagai kegiatan pengembangan akademik lainnya.
Keanggotaan APSITA juga membuka peluang yang lebih luas bagi Unsoed untuk membangun jejaring nasional dan memperkuat kolaborasi dengan program studi sejenis dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi tersebut, diharapkan proses pembentukan Program Studi Proteksi Tanaman dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang perlindungan tanaman.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Unsoed juga menerima undangan untuk menghadiri pertemuan APSITA tahun 2024 yang akan diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat. Undangan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus kesempatan bagi Unsoed untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda pengembangan pendidikan tinggi bidang proteksi tanaman di Indonesia.
Melalui kegiatan benchmarking dan keikutsertaan dalam APSITA, KBK Perlindungan Tanaman Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendukung pengembangan Program Studi Proteksi Tanaman yang unggul dan mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.


