Monitoring Dan Evaluasi Mahasiswa Magang Di PT. Anugerah Mulia Sentosa (Monggo Chocolate) Yogyakarta
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (FAPERTA UNSOED) berhasil menyelesaikan tahap Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Magang Berdampak MBKM di PT Anugerah Mulia Sentosa, sebagai perusahaan di balik merek cokelat premium Monggo Chocolate yang berbasis di Yogyakarta. Kegiatan Monev dilaksanakan pada tanggal 27 April hingga 4 Mei 2026, dan dihadiri oleh Koordinator Program Studi (Dr. Pepita Haryanti, S.TP., M.Sc.), Dosen Penanggung Jawab Magang (Hidrotunnisa, S.T.P., M.Sc.), Dosen Pembimbing (Dr. Ike Sitoresmi Mulyo Purbowati, S.TP., M.Sc. dan Nur Wijayanti, S.TP., M.P.) serta Novi Akhsani, S.TP., selaku Pembimbing mitra.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Magang Berdampak FAPERTA UNSOED yang menempatkan mahasiswa secara langsung di ekosistem industri pangan untuk memberikan kontribusi nyata bagi mitra perusahaan. PT Anugerah Mulia Sentosa merupakan salah satu dari 12 mitra industri dalam program tersebut. Mahasiswa yang terlibat adalah Aurellia Zaneta Nur Pambudi (A1F023029), Maydiana Nurani Istiqomah (A1F023074), Hanifah Nur Fadhilah (A1F023075), Ana Nabiila Wardah (A1F023076), dan Slamet Nurul Illahi (A1F023108).
Tim mahasiswa merancang dan menjalankan metodologi penyusunan Instruksi Kerja (IK) yang sistematis melalui tujuh tahap. Dimulai dari mempelajari IK dasar yang telah dimiliki perusahaan, dilanjutkan dengan observasi langsung proses lapangan di setiap divisi, kemudian mengevaluasi kesesuaian antara praktik aktual dan dokumentasi yang ada. Temuan tersebut diperdalam melalui wawancara dengan kepala divisi dan operator, lalu dikonfirmasi kepada supervisor untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian standar perusahaan. Hasil seluruh proses itu kemudian dituangkan dalam penyempurnaan IK secara menyeluruh, sebelum akhirnya difinalisasi sebagai panduan kerja resmi tiap divisi.
Dari proses tersebut, tim berhasil menghasilkan empat kelompok luaran utama. Pertama, instruksi kerja pembuatan cokelat tiap varian yang kini mencakup secara rinci varian dark chocolate 77% mini tablet, dark chocolate 100% apricot tablet 80g, hingga cokelat varian gianduja bar 40g, varian-varian yang sebelumnya hanya didokumentasikan secara minim. Kedua, instruksi kerja pengoperasian mesin, termasuk ik detail untuk mesin tempering with screw yang dilengkapi diagram bagian mesin dan langkah operasional terstruktur. Ketiga, instruksi kerja produk divisi making yang mencakup proses pembuatan dark couverture dan pembuatan cocoa mass. Keempat, selain menyusun dokumen, mahasiswa juga turut berpartisipasi aktif dalam aktivitas QAQC harian, mulai dari pemeriksaan bahan baku hingga monitoring proses pengemasan, sehingga secara langsung meningkatkan kapasitas operasional tim penjaminan mutu perusahaan.
Seluruh aktivitas magang ini memiliki keterkaitan langsung dengan dua mata kuliah dalam program studi. Melalui keterlibatan dalam proses pengolahan kakao, mulai dari sangrai (roasting), pemisahan kulit (winnowing), hingga penggilingan (grinding) menjadi cocoa mass, mahasiswa menerapkan secara langsung ilmu dari mata kuliah Teknologi Pengolahan Bahan Penyegar (TPP231537). Sementara itu, penyusunan IK dan analisis beban kerja SDM di departemen QAQC mencerminkan penerapan mata kuliah Manajemen Produksi dan Operasional (TPP231659) dalam konteks industri yang sesungguhnya.
Program ini masih akan berlanjut hingga bulan keenam. Pada bulan ketiga dan keempat, fokus diarahkan pada finalisasi dan validasi seluruh IK bersama PIC produksi agar dokumen benar-benar siap digunakan operator. Bulan kelima menjadi fase implementasi, di mana mahasiswa mendampingi operator dalam penerapan IK secara langsung di area produksi. Program ditutup pada bulan keenam dengan serah terima resmi dokumen — baik softfile maupun hardfile — kepada supervisor dan operator terkait, sehingga IK dapat terus digunakan secara berkelanjutan bahkan setelah program magang selesai. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan industri melalui program MBKM Magang Berdampak mampu menghasilkan luaran konkret yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
#TeknologiPanganDoTheBestGetTheBest#


