Monitoring dan Evaluasi Program Tunas BIMA Fakultas Pertanian Unsoed: Mengawal Inovasi, Kewirausahaan, dan Kolaborasi Mahasiswa Bersama Mitra Industri
Purwokerto – Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) I dan II Program Tunas BIMA sebagai upaya memastikan ketercapaian target program, keberlanjutan inovasi, serta penguatan kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan mitra industri. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi I dilaksanakan pada tanggal 29 April–2 Mei 2026, sedangkan Monitoring dan Evaluasi II dilaksanakan pada tanggal 1–4 Juli 2026.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi melibatkan berbagai mitra industri dan usaha, antara lain CV Indococo Pacific, Diruma Coffee, Astana, CV Breadpreneur Indonesia, PT Uba Uhud International, dan Okazakki. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan program, mengevaluasi capaian mahasiswa, serta menghimpun masukan dari mitra sebagai bahan perbaikan pelaksanaan Program Tunas BIMA di masa mendatang.
Pada pelaksanaan Monev I, mahasiswa peserta Program Tunas BIMA telah menunjukkan berbagai capaian awal yang menjanjikan. Mahasiswa mitra CV Indococo Pacific berhasil mengembangkan produk coconut cupcake dan memasarkan produknya melalui sistem open pre-order serta penitipan produk di kantin fakultas. Sementara itu, mahasiswa pada mitra Diruma Coffee secara intensif melakukan trial and error produk untuk memperoleh formulasi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.
Pada mitra Astana, mahasiswa berhasil mengembangkan prototipe alat berbasis ekstruder yang masih terus disempurnakan. Di PT Uba Uhud International, mahasiswa terlibat langsung dalam pengembangan produk ekspor mulai dari pengembangan produk hingga pengemasan. Produk yang dikembangkan meliputi petai, jengkol, dan natural fire starter. Selain itu, mahasiswa yang bermitra dengan Okazakki memperoleh pengalaman tidak hanya dalam pengembangan produk permen kopi, tetapi juga dalam budidaya hidroponik dan pemetaan potensi desa.
Kegiatan kewirausahaan mahasiswa juga menunjukkan perkembangan yang positif pada mitra CV Breadpreneur Indonesia. Kelompok mahasiswa mengembangkan berbagai produk inovatif, seperti Sea Salt Bread dengan merek “Seaside” dan produk Tropil Cheese, yang dipasarkan melalui berbagai platform dan kegiatan promosi.
Memasuki pelaksanaan Monev II, berbagai capaian mahasiswa semakin menunjukkan hasil yang signifikan. Pada mitra Astana, alat yang dikembangkan mahasiswa telah selesai diproduksi dan berhasil melalui uji fungsional awal. Mitra bahkan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi riset dan pengembangan teknologi bersama mahasiswa dan dosen. Selain itu, produk yang dikembangkan telah memiliki calon pembeli potensial dan sebagian mahasiswa berencana melanjutkan pengembangan produk sebagai topik penelitian.
Di CV Breadpreneur Indonesia, produk Tropil Cheese berhasil terjual sebanyak 393 unit dengan respons konsumen yang sangat positif. Sementara itu, produk Seaside mencatat penjualan sebanyak 523 unit dan telah dipasarkan hingga luar kota. Mitra menilai bahwa kedua produk tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan setelah program berakhir.
Keberhasilan juga ditunjukkan oleh mahasiswa di PT Uba Uhud International, di mana tiga produk hasil pengembangan mahasiswa berhasil diekspor ke Jepang. Capaian ini menjadi bukti bahwa Program Tunas BIMA mampu mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.
Pada mitra Diruma Coffee, mahasiswa berhasil melaksanakan empat kali kegiatan pre-order, satu kali kegiatan Car Free Day (CFD), dan satu kali expo kewirausahaan. Sebanyak 184 produk berhasil terjual dengan omzet mencapai Rp1.648.000. Selain memperoleh pengalaman kewirausahaan, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran berharga terkait komunikasi, manajemen waktu, dan penguatan mentalitas dalam berwirausaha.
Sementara itu, mahasiswa pada CV Indococo Pacific telah berhasil memasarkan produk coconut cupcake di lingkungan Fakultas Pertanian dan Fakultas Biologi, serta berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan usaha setelah program berakhir.
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Program Tunas BIMA menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan produk inovatif dan pengalaman kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Berbagai masukan dari mitra, seperti pentingnya komunikasi, penyesuaian timeline program, penguatan pendampingan, serta keberlanjutan usaha dan riset, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Tunas BIMA di masa mendatang.
Melalui Program Tunas BIMA, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman terus berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang adaptif, inovatif, berjiwa kewirausahaan, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi, industri, dan pemberdayaan masyarakat.
#MagangKewirausahaan #TunasBima2026 #FapertaUnsoed #SDGs4


