Back

Kolaborasi Mahasiswa Unsoed Kembangkan Inovasi Digital untuk Perkuat Daya Tawar Petani

[Senin, 8/6/26] Kolaborasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik mengembangkan inovasi digital bertajuk TANIKU sebagai solusi untuk memperkuat daya tawar petani dalam rantai pemasaran hasil pertanian. Gagasan tersebut berhasil mengantarkan tim meraih Silver Medal pada ajang Idea Fest 5 (IDF 5) kategori esai sub tema teknologi, kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club Institut Pertanian Bogor (BSC IPB).

Tim terdiri atas Muchammad Bagas Rochim (Agroteknologi), Serli Yulianto (Agroteknologi), Intan Hasna Fauzani Majid (Agribisnis) dari Fakultas Pertanian UNSOED,  Muhammad Nugrahhadi Al Khawarizmi (Teknik Informatika) dari Fakultas Teknik UNSOED, serta mahasiswa Fakultas Pertanian UNS, Muchammad Bagus Rochman. Perjalanan kompetisi diawali dari tahap seleksi karya esai dan penilaian inovasi hingga akhirnya berhasil melaju ke tahap Grand Final yang diselenggarakan di Bogor pada 6–7 Juni 2026. Pada tahap presentasi final, tim diwakili oleh Muchammad Bagas Rochim, Intan Hasna Fauzani Majid, Muhammad Nugrahhadi Al Khawarizmi, dan Muchammad Bagus Rochman dengan dosen pembimbing bapak Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D., dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNSOED.

Keresahan di Balik Inovasi

Inovasi TANIKU lahir dari kondisi paradoks sektor pertanian Indonesia. Meskipun sektor pertanian berkontribusi sebesar 12,26% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, hampir separuh rumah tangga miskin di Indonesia masih berasal dari sektor pertanian. Di sisi lain, petani sering kali memperoleh margin keuntungan yang relatif kecil dibandingkan pelaku perantara yang menguasai informasi harga, akses permodalan, dan distribusi.

Praktik ijon yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah turut memperlemah posisi tawar petani. Tidak sedikit petani yang terpaksa menjual hasil panennya jauh sebelum masa panen tiba dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Kondisi tersebut mendorong tim untuk merancang sebuah sistem yang mampu meningkatkan transparansi transaksi sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap hak-hak petani.

TANIKU: Integrasi Blockchain, Smart Contract, dan AI

TANIKU merupakan platform digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain, smart contract, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan sistem perdagangan gabah yang lebih transparan, efisien, dan berkeadilan. Melalui fitur AI Grading, kualitas gabah dapat dinilai secara objektif sehingga mengurangi potensi manipulasi kualitas maupun harga.

Selain itu, sistem Escrow Smart Contract memungkinkan dana transaksi diamankan terlebih dahulu dan hanya dicairkan ketika seluruh ketentuan transaksi telah terpenuhi. Mekanisme ini membantu menjamin kepastian pembayaran bagi petani sekaligus meningkatkan kepercayaan antar pihak yang terlibat dalam rantai perdagangan. Platform juga dirancang untuk mendukung pembayaran otomatis, termasuk pengelolaan cicilan pembiayaan petani secara lebih terintegrasi.

Melalui pendekatan tersebut, TANIKU tidak bertujuan menghilangkan peran pelaku distribusi, melainkan menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih transparan dan seimbang. Dengan akses informasi yang lebih terbuka dan mekanisme transaksi yang akuntabel, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan nilai hasil produksinya.

Atas inovasi tersebut, tim berhasil meraih Silver Medal pada Idea Fest 5 (IDF 5). Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik mampu menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan pembangunan pertanian Indonesia. Inovasi TANIKU diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam mewujudkan sistem pertanian yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan petani menuju Indonesia Emas 2045.