Dosen Proteksi Tanaman UNSOED Identifikasi Penyakit Jotang di Desa Gandatapa
Tim dosen Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian UNSOED turun langsung ke lahan petani mitra PT. Takasago di Desa Gandatapa untuk membantu mengidentifikasi penyakit pada tanaman jotang (Spilanthes paniculata). Jotang merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Tim yang terdiri atas Dr. Endang Mugiastuti, Dr. Ruth Feti Rahayuniati, dan Dina Istiqomah, Ph.D. melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi tanaman jotang di lahan petani. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan perkembangan penyakit sekaligus memberikan rekomendasi pengendalian yang sesuai agar kesehatan tanaman dan kualitas hasil panen tetap terjaga.
Pengamatan dilakukan secara menyeluruh dengan melihat gejala yang muncul pada berbagai bagian tanaman, mulai dari daun, batang, hingga akar. Selain mengamati gejala di lapangan, tim juga mengambil sampel jaringan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Sampel tersebut akan digunakan untuk proses identifikasi patogen secara molekuler, antara lain melalui PCR dan sekuensing. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan penyebab penyakit secara lebih akurat, termasuk mengetahui jenis patogen yang menyerang tanaman. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian yang tepat, efektif, dan aman bagi lingkungan.
Kegiatan di Desa Gandatapa ini merupakan salah satu bentuk Layanan Umum Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian UNSOED. Laboratorium Perlindungan Tanaman tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan layanan kepada masyarakat, petani, dunia usaha, dan instansi pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan tanaman.
Layanan yang tersedia antara lain:
1. Petani dan Kelompok Tani
Konsultasi, pemeriksaan kesehatan tanaman, serta rekomendasi pengendalian hama dan penyakit.
2. Perusahaan dan Industri Pertanian
Pengujian sampel, analisis OPT, pendampingan teknis di lapangan, serta pemantauan kesehatan dan mutu komoditas.
3. Dinas dan Instansi Pemerintah
Pengujian sampel, identifikasi penyakit tanaman, serta pemantauan dan pemetaan OPT.
4. Masyarakat Umum
Konsultasi dan pemeriksaan spesimen tanaman sesuai kebutuhan.
Melalui layanan tersebut, Laboratorium Perlindungan Tanaman berupaya menjadi pusat rujukan dalam penyelesaian masalah kesehatan tanaman berbasis ilmu pengetahuan. Kegiatan di Desa Gandatapa juga menunjukkan bahwa hasil keilmuan di perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk membantu petani dan mendukung kebutuhan industri pertanian.
Bagi masyarakat, petani, perusahaan, maupun instansi yang membutuhkan layanan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian UNSOED, informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Laboran Laboratorium Perlindungan Tanaman di Gedung A Fakultas Pertanian UNSOED, Lantai 2.



