Back

Perkuat Kapasitas Petani, Prof. Loekas Soesanto Unsoed Ajarkan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan

Purworejo, 27 Agustus 2026 — Penguatan kapasitas petani dalam mengenali dan mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (RPO) yang dilaksanakan di Kelompok Tani “Wahyu Tani”, Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada 27–29 Agustus 2026.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam kegiatan yang berlangsung pada hari pertama, Prof. Loekas memberikan pembekalan mengenai pengenalan OPT tanaman perkebunan, pengendalian OPT perkebunan, serta teknologi pengendalian OPT yang ramah lingkungan.

Pembekalan diawali dengan materi pengenalan OPT tanaman perkebunan pada pukul 10.15–12.00 WIB. Melalui materi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali OPT sebagai dasar dalam menentukan tindakan pengendalian yang tepat.

Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi pengendalian OPT perkebunan pada pukul 12.30–15.00 WIB. Prof. Loekas tidak hanya memberikan pemahaman secara konseptual, tetapi juga mengarahkan peserta pada aspek penerapan pengendalian OPT di lapangan.

Menariknya, sesi berikutnya dilanjutkan dengan praktik teknologi pengendalian OPT yang ramah lingkungan. Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam Bimtek karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman penerapan teknologi pengendalian OPT secara langsung.

Keterlibatan Prof. Loekas dari Universitas Jenderal Soedirman dalam kegiatan ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas petani melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Materi yang diberikan menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan pengendalian OPT yang lebih tepat dan memperhatikan aspek lingkungan.

Kegiatan Bimtek RPO sendiri berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian materi dan praktik yang saling melengkapi. Setelah memperoleh pembekalan dari Prof. Loekas pada hari pertama, peserta pada hari kedua mendapatkan materi dan praktik pengamatan OPT serta pengenalan dan perbanyakan bahan pengendali OPT. Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan aplikasi bahan pengendali OPT, penggunaan pestisida secara bijaksana, keselamatan kerja, serta praktik penggunaan dan kalibrasi alat pengendali OPT.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Loekas Soesanto bersama tim narasumber memberikan kontribusi dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam mengenali permasalahan OPT dan menerapkan teknologi pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Pembentukan RPO diharapkan dapat memperkuat kemampuan kelompok tani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian OPT secara mandiri dan berkelanjutan.