Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed Laksanakan Benchmarking ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta, 14 Juli 2026 – Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta (BKHIT DIY). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta memperluas peluang kerja sama di bidang perkarantinaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed, Bapak Prof. Ir. Loekas Soesanto M.S., Ph.D dan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DIY, Bapak Obing Hobir As’ari, S.Pi., M.P. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga karantina untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang perlindungan tanaman dan sistem perkarantinaan Indonesia.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah diskusi mengenai penguatan materi Perkarantinaan Indonesia, yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman. Tim BKHIT DIY memberikan pemaparan mengenai peran strategis karantina dalam menjaga keamanan hayati nasional, mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta mendukung kelancaran lalu lintas komoditas pertanian sesuai dengan ketentuan nasional maupun internasional. Melalui diskusi ini, diharapkan mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai implementasi perkarantinaan di lapangan.
Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada peluang pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman. BKHIT DIY membuka peluang kolaborasi melalui kegiatan magang, praktik lapangan, serta bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang dapat meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa di bidang karantina dan perlindungan tanaman.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan benchmarking, kedua institusi juga membahas pengembangan kerja sama yang berkelanjutan antara Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DIY. Kerja sama ini diharapkan mencakup pelaksanaan MBKM, kuliah praktisi, pengembangan pembelajaran, penelitian, serta kegiatan akademik lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed terus berkomitmen memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai instansi strategis sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di bidang perlindungan tanaman serta perkarantinaan Indonesia.




