FGD Peningkatan Awareness SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk Penguatan Tata Kelola Laboratorium di Prodi Teknologi Pangan
Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Awareness Standardisasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam Meningkatkan Pengelolaan Manajemen Laboratorium Program Studi Teknologi Pangan” pada Jumat (26/6), bertempat di Ruang Rapat Jurusan Teknologi Pertanian, Gedung F Lantai 2.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bapak Tegar Ega Pragita, S.TP., M.Si., dan dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknologi Pertanian,Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Dr. Pepita Haryanti, Ketua Laboratorium Teknologi Pangan, para dosen, teknisi, serta laboran di lingkungan Jurusan Teknologi Pertanian. 
Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 sebagai landasan peningkatan mutu pengelolaan laboratorium. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk komitmen bersama untuk mempersiapkan laboratorium yang memenuhi standar kompetensi dalam pengujian sehingga mampu mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, maupun layanan kepada masyarakat.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan prinsip-prinsip penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017, mulai dari aspek manajemen hingga persyaratan teknis laboratorium. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai strategi yang dapat ditempuh oleh Laboratorium Teknologi Pangan dalam mempersiapkan proses standardisasi dan akreditasi.
Dalam diskusi turut dibahas berbagai persyaratan yang perlu dipersiapkan sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017, antara lain penyusunan analisis risiko, pengelolaan kerahasiaan informasi, penguatan struktur organisasi laboratorium, penyusunan sistem dokumentasi, serta standardisasi proses pengujian yang mencakup metode, peralatan, personel, dan kondisi lingkungan laboratorium. Pengujian proksimat dipandang sebagai salah satu ruang lingkup yang potensial untuk dipersiapkan sebagai tahap awal implementasi standardisasi.
Selain aspek teknis, peserta juga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan sumber daya dalam proses akreditasi laboratorium, termasuk pentingnya dukungan manajemen, investasi sarana prasarana, pengembangan kompetensi SDM, serta biaya akreditasi dan pemeliharaan status akreditasi. Oleh karena itu, proses menuju laboratorium yang terstandar perlu dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem manajemen, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta penyiapan dokumen mutu.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Program Studi Teknologi Pangan bersama Jurusan Teknologi Pertanian akan menyusun timeline pemenuhan sembilan aspek persyaratan pengajuan akreditasi laboratorium sesuai pedoman Komite Akreditasi Nasional (KAN U-01 dan KAN K-01). Langkah ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam mewujudkan laboratorium yang memiliki sistem manajemen mutu yang andal serta mampu memberikan layanan pengujian yang kompeten dan terpercaya.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, Program Studi Teknologi Pangan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan mutu layanan akademik di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
#TeknologiPanganDoTheBestGetTheBest #SDG17 #SDG4



