Back

Inovasi Kemasan Aktif dari Limbah Tomat Berbasis Ekonomi Sirkuler: Rifah Ediati Raih Gelar Doktor di ITB dengan Predikat Summa Cum Laude

Program Studi Doktor Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Doktor Terbuka untuk kandidat doktor Rifah Ediati (NIM: 33022003) pada Selasa, 30 Juni 2026. Bertempat di Ruang Galeri Program Studi Teknik Kimia, Labtek X Lantai 2, Jalan Ganesha No. 10, Bandung, Rifah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Sistem Kemasan Aktif Ethylene Scavenger Berbasis Ekonomi Sirkuler: Studi Kasus pada Tomat” dan dinyatakan lulus dengan nilai akhir A serta predikat Summa Cum Laude.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Eng. Ir. Deddy Kurniadi, M.Eng. Penelitian disertasi Rifah disusun di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Made Tri Ari Penia Krensnowati, S.T., M.Sc. (Ketua Tim Pembimbing), Vita Wonoputri, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Ir. Yazaid Bindar, M.Sc., Ph.D. Adapun tim penguji dalam sidang tersebut adalah Prof. Ardiyan Harimawan, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T., M.Eng., dan Prof. Dr. Endang Warsiki, S.TP., M.Si. dari Universitas IPB.

Dalam paparannya, Rifah Ediati yang juga merupakan dosen di Program Studi Teknik Pertanian, Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto, menjelaskan bahwa penelitiannya dilatarbelakangi oleh tingginya angka kehilangan pasca-panen (food loss) komoditas hortikultura di Indonesia, khususnya tomat yang mencapai 54%. Salah satu pemicu utama kerusakan cepat ini adalah produksi hormon etilen yang tidak terkendali selama distribusi.

Inovasi yang diajukan oleh Rifah adalah pendekatan single-crop close-loop system, sebuah konsep ekonomi sirkuler di mana limbah tanaman (biomassa) tomat dikonversi menjadi material pengemas aktif untuk menjaga kesegaran buah tomat itu sendiri. Selama ini, penjerap etilen (ethylene scavenger) komersial masih mengandalkan saset berbahan kimia sintetis (seperti ) yang memicu residu oksidasi dan mencemari lingkungan.

Rifah membagi risetnya ke dalam lima tahapan terintegrasi: pemodelan kinetika produksi etilen, sintesis biochar dari tanaman tomat, sintesis matriks biokomposit melalui proses delignifikasi biologi (menggunakan jamur Marasmius dan Trametes), integrasi material menjadi lembaran Biokomposit Absorben Etilen (BAE), hingga uji biodegradabilitas.

Riset yang didanai oleh beasiswa LPDP ini dinilai memiliki kebaruan ilmiah (novelty) yang sangat kuat. Rifah berhasil mengawinkan model kinetika produksi gas etilen dengan kerangka kuantitatif penjerapan material. Hasil risetnya telah berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Q1 (Top Tier) dan Q2, serta draf patennya kini sedang dalam proses pendaftaran.

Prof. Dr. Made Tri Ari Penia Krensnowati selaku promotor menyampaikan harapan agar pencapaian gelar doktor ini menjadi batu loncatan penting bagi karir Dr. Rifah Ediati. “Penelitian ini memiliki relevansi strategis terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam mengurangi food waste dan menerapkan ekonomi sirkular. Teknologi ini bahkan sudah memiliki potensi besar untuk segera diadaptasikan pada skala UMKM pertanian,” ujar Prof. Penia dalam sambutan penutupnya.

#TeknikPertanian #FapertaUnsoed #SDGs2 #SDGs4