Back

Tingkatkan Mutu Akademik Fakultas Pertanian UNSOED Gali Praktik Baik Penjaminan Mutu ke FPP UNDIP

Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola program studi, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kunjungan studi banding (external benchmarking) ke Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada Rabu, 2 November 2022. Langkah strategis ini diambil guna mendalami sistem penjaminan mutu serta strategi pencapaian akreditasi internasional yang telah sukses diterapkan oleh FPP Undip.

Rombongan dari Faperta Unsoed yang dipimpin oleh Wakil Dekan 1 (WD1) ini memboyong serta Ketua dan anggota Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Gugus Kendali Mutu (GKM) dari 9 program studi, bendahara, Kasub, hingga Tenaga Kependidikan. Kehadiran tim Faperta Unsoed disambut langsung oleh Wakil Dekan Akademik FPP Undip, Dr. Limbang, beserta jajarannya.

Dalam pemaparannya, Dr. Limbang menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu di FPP Undip berjalan kokoh di atas landasan hukum Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 dan Per-BANPT No. 2 Tahun 2017. Sistem ini digerakkan melalui siklus PPEPP (Penetapan standar, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang diterapkan secara disiplin dan sistematis untuk mengukur manajemen pembelajaran, kinerja dosen, hingga capaian pembelajaran mahasiswa. Proses evaluasi tersebut diimplementasikan secara digital melalui kerja tim GPM yang melakukan peer review terhadap dokumen GBPP, soal ujian, dan sebaran nilai berbasis program komputer pada bulan Agustus-September tiap tahunnya.

Salah satu pencapaian luar biasa yang dibagikan oleh FPP Undip adalah keberhasilan sistem tracer study mereka yang mampu mencapai angka partisipasi alumni sebesar 90,99% hingga tahun 2022. Keberhasilan ini dicapai melalui skema pelacakan yang terstruktur ketat, dimulai sejak mahasiswa mengambil ijazah, dilanjutkan oleh program studi pada 3 bulan pertama, difasilitasi universitas di pertengahan tahun, diulang oleh prodi pada bulan ke-9, hingga disisir kembali oleh universitas menjelang akhir tahun. Tidak hanya melacak alumni, FPP Undip juga aktif mengundang para pengguna alumni (users) sebanyak dua kali dalam setahun untuk berdiskusi dan berbagi masukan guna menjaga relevansi kurikulum.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat perwakilan GPM dan GKM Unsoed menggali lebih dalam mengenai budaya mutu dan evaluasi dosen. Pihak Undip menjelaskan bahwa penilaian kinerja dosen—termasuk absensi dan proses pembelajaran—dilakukan secara online oleh mahasiswa langsung saat pengisian KRS untuk tiap mata kuliah. Kinerja ini terintegrasi dalam sistem khusus yang mengukur aspek pendidikan, penelitian, pengabdian, hingga tugas strategis seperti menjadi reviewer jurnal internasional. Selain itu, dosen di Undip juga diwajibkan menghasilkan minimal satu publikasi internasional setiap tahunnya.

Menutup sesi tanya jawab, ketika ditanya oleh WD1 Faperta Unsoed mengenai trik mempercepat raihan akreditasi unggul dan internasional, FPP Undip menekankan pentingnya komitmen kuat dan akselerasi yang “dipaksakan” demi adanya peningkatan kualitas. Hal ini mencakup langkah aktif memperbaiki kekurangan sarana prasarana melalui pendekatan ke pihak rektorat, mengoptimalkan peran penjaminan mutu fakultas dalam mereview dokumen prodi, serta membuka program kelas internasional seperti International Undergraduate Program (IUP) di tingkat program studi.

Melalui kunjungan benchmarking ini, Faperta Unsoed diharapkan dapat mengadaptasi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di FPP Undip demi mempercepat peningkatan mutu akademik, memperkuat budaya mutu tata kelola, serta mengantarkan program studi di lingkungan Faperta Unsoed meraih predikat akreditasi Unggul dan Internasional