Mahasiswa Teknologi Pangan UNSOED Raih Juara I sebagai Duta Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman
Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Taufik Fajar Ikhsan Amali, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UNSOED yang menjadi Delegasi Fakultas Pertanian, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Pemilihan Duta Perpustakaan dan secara resmi dinobatkan sebagai Duta Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa Teknologi Pangan dalam berkontribusi aktif terhadap kehidupan akademik dan ekosistem intelektual kampus.
Penghargaan bergengsi ini diraih setelah Taufik berhasil meyakinkan dewan juri melalui gagasan inovatifnya yang berjudul “UNSOED Living Archive: Membangun Ekosistem Arsip Digital Karya Mahasiswa yang Hidup, Terkurasi, dan Dapat Diakses Publik di Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman.” Selain meraih Juara I, Taufik secara resmi menerima amanah dan gelar Duta Perpustakaan sebagai representasi mahasiswa dalam mendorong kemajuan literasi dan pengelolaan pengetahuan di kampus.
Taufik tampil sebagai peserta yang membawa gagasan segar dan relevan, mewakili semangat inovasi mahasiswa Teknologi Pangan di tingkat universitas. Keberhasilan ini atas peran Achmad Wildan, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing dan dukungan dari Program Studi Teknologi Pangan serta Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman selaku penyelenggara lomba dan pemberi amanah gelar Duta Perpustakaan yang memberikan mandat kepada Duta Perpustakaan terpilih untuk menjalankan program-program inovatif dalam mendukung kemajuan literasi dan pengelolaan arsip pengetahuan di kampus.
Pengumuman dan penobatan Duta Perpustakaan UNSOED dilaksanakan pada Hari Rabu 6 Mei 2026, dalam rangkaian kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman. Proses seleksi berlangsung melalui tahapan penilaian yang ketat, mulai dari penyampaian gagasan hingga penilaian akhir oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya.
Prestasi ini memiliki makna strategis yang besar, bukan hanya bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga bagi Program Studi Teknologi Pangan dan institusi UNSOED secara keseluruhan. Gagasan yang dibawa oleh Taufik berangkat dari kesadaran bahwa sebagian besar karya inovatif mahasiswa di Indonesia belum terdokumentasi dengan baik, sehingga sulit diakses dan tidak berkelanjutan. UNSOED Living Archive hadir sebagai solusi nyata yang mengubah karya mahasiswa dari sesuatu yang tersimpan dan terlupakan, menjadi warisan intelektual yang hidup, berdampak, dan bernilai bagi generasi mendatang. 
Sebagai Duta Perpustakaan, Taufik mengemban amanah mulia untuk menggerakkan ekosistem literasi kampus, memperkenalkan sistem arsip digital yang berkelanjutan, serta menjadi jembatan antara perpustakaan dan seluruh mahasiswa UNSOED.
Gagasan UNSOED Living Archive dirancang sebagai sistem arsip digital yang menyimpan, mengkurasi, dan menampilkan karya terbaik mahasiswa agar dapat diakses, dipelajari, dan menginspirasi generasi penerus. Program ini didukung oleh berbagai kegiatan pengembangan seperti pelatihan kepemimpinan, seminar, webinar, dan workshop yang dirancang untuk membentuk mahasiswa berprestasi.
Dampak yang diharapkan mencakup tiga level: bagi individu mahasiswa berupa peningkatan eksposur karya dan personal branding sebagai mahasiswa berprestasi; bagi institusi berupa penguatan reputasi UNSOED dan peningkatan peringkat Webometrics; serta bagi level nasional berupa terwujudnya budaya dokumentasi karya mahasiswa secara sistematis dan ekosistem open access yang mendukung literasi digital Indonesia.
#TeknologiPanganDoTheBestGetTheBest #SDG4 #pendidikanberkualitas



