Back

Mahasiswa D3 Agribisnis Dalami Proses Produksi Karet dan Olah Limbah di PTPN I Krumput

Banyumas – Program Studi D3 Agribisnis menyelenggarakan kunjungan ilmiah praktikum yang berfokus pada manajemen agribisnis, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengelolaan limbah di PTPN I Regional 3 Krumput, Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai ekosistem industri karet dari hulu ke hilir.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan melihat langsung integrasi antara proses budidaya (on farm) hingga pengolahan hasil di pabrik (off farm). Asisten TU dan Personalia PTPN I Regional 3, Mahadhiko Bayu, menjelaskan secara rinci bagaimana standar operasional dijalankan untuk menjaga kualitas komoditas karet di tengah persaingan global.

“Kami memberikan edukasi komprehensif mengenai seluruh rantai produksi, termasuk bagaimana pengelolaan limbah karet dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak mencemari lingkungan. Aspek K3 juga menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan produksi,” ujar Mahadhiko Bayu saat menemani peserta kunjungan.

Selain teknis produksi, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai kondisi pasar karet internasional yang fluktuatif. Mahadhiko menekankan pentingnya efisiensi dan adaptasi teknologi bagi perusahaan perkebunan untuk tetap bertahan di pasar dunia.

Di sisi lain, perwakilan dosen D3 Agribisnis, Budiyoko, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian krusial dari kurikulum untuk menjembatani teori di kelas dengan realitas industri. Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen limbah dan K3 sangat penting bagi calon tenaga kerja profesional di bidang agribisnis.

“Kunjungan ilmiah ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan upaya agar mahasiswa memahami tantangan nyata di lapangan, mulai dari proses produksi hingga dinamika market karet dunia yang sangat kompetitif,” tegas Budiyoko.

Kunjungan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pengamatan langsung terhadap manajemen limbah dan penerapan K3, kegiatan ini secara spesifik berkontribusi pada poin SDGs nomor 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, nomor 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur, serta nomor 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab di sektor perkebunan nasional.