Rapat Koordinasi Tim GKM dengan Koordinator Program Studi Teknik Pertanian
Program Studi Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada hari Rabu, 4 Maret 2026, menyelenggarakan Rapat Koordinasi antara Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) dengan Koordinator Program Studi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu akademik sekaligus memastikan peningkatan kualitas pendidikan yang sejalan dengan standar nasional maupun kebutuhan masyarakat. Rapat koordinasi ini tidak hanya berfungsi sebagai forum evaluasi, tetapi juga sebagai wadah untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Dalam diskusi yang berlangsung, Tim GKM bersama Koordinator Program Studi menyoroti sejumlah aspek krusial yang memerlukan perhatian dan penanganan segera. Pertama, penguatan kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi tambahan di luar Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) menjadi fokus utama. Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, sekaligus memberikan pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki mahasiswa. Kedua, isu waktu tunggu lulusan menjadi perhatian serius, dengan tujuan agar alumni dapat lebih cepat terserap di dunia kerja melalui strategi penguatan jejaring, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kerjasama dengan mitra industri. Ketiga, pengendalian lama masa studi mahasiswa juga dibahas, agar proses pendidikan dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengurangi kualitas capaian akademik.
Selain itu, peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa menjadi indikator penting yang harus terus dijaga. Tim GKM menekankan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif, bimbingan akademik yang intensif, serta motivasi berkelanjutan bagi mahasiswa. Tidak kalah penting, rapat ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menulis di media massa sebagai bentuk kontribusi akademik, pengembangan soft skills, dan sarana membangun reputasi intelektual di masyarakat. Aspek lain yang dibahas adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE), yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat dengan lebih relevan. OBE menekankan pada pencapaian hasil belajar yang terukur, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Terakhir, Tim GKM menegaskan pentingnya monitoring keberhasilan studi mahasiswa secara berkelanjutan. Monitoring ini tidak hanya mencakup capaian akademik, tetapi juga perkembangan soft skills, keterlibatan dalam kegiatan kemahasiswaan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Dengan adanya evaluasi yang sistematis, diharapkan setiap mahasiswa dapat memperoleh pendampingan yang tepat sehingga keberhasilan studi dapat tercapai secara optimal. Melalui rapat koordinasi ini, seluruh aspek yang dibahas diharapkan segera ditindaklanjuti dengan program kerja konkret, sehingga mutu pendidikan di Program Studi Teknik Pertanian semakin meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.



