Back

Guru Besar Pertama Unsoed dalam Ranting Ilmu Teknik Pertanian

Purwokerto – Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mencatat sejarah penting dalam pengembangan sumber daya manusianya. Terhitung mulai 1 Januari 2026, Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Teknik Pertanian. Pengukuhan ini menjadi tonggak bersejarah karena beliau merupakan Guru Besar pertama Unsoed dalam ranting ilmu Teknik Pertanian, sebuah capaian yang menegaskan komitmen universitas dalam melahirkan akademisi unggul dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Sebagai akademisi, Prof. Eni Sumarni dikenal konsisten dalam mengembangkan riset dan inovasi teknologi tepat guna yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian dan publikasi beliau tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian yang efisien dan mutakhir.

Eni Sumarni dengan penuh rasa syukur menyampaikan apresiasi atas dukungan, doa, dan kerja sama yang telah diberikan oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian. Dukungan tersebut menjadi energi besar yang menguatkan langkah dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi fondasi penting yang mengantarkan pada pencapaian sebagai Guru Besar.

Dekan Fakultas Pertanian UNSOED, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., menyampaikan sambutan penuh syukur dan kebanggaan atas pencapaian akademik yang diraih oleh Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si. Beliau menegaskan bahwa capaian Guru Besar dalam bidang Teknik Pertanian ini merupakan sebuah anugerah sekaligus tonggak penting bagi Fakultas Pertanian UNSOED. Dengan ungkapan “Alhamdulillah, selamat atas capaian Guru Besar Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si. dalam ranting ilmu Teknik Pertanian,” Prof. Sakhidin tidak hanya mengekspresikan rasa syukur pribadi, tetapi juga menggambarkan kebahagiaan kolektif seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Prof. Sakhidin menekankan bahwa keberhasilan ini menjadi simbol kemajuan fakultas dan bukti nyata komitmen dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Rasa bangga dan bahagia yang beliau sampaikan mencerminkan bahwa pencapaian tersebut bukan hanya milik individu, melainkan juga milik institusi yang terus berupaya meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Harapan beliau agar capaian ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen lainnya menunjukkan visi kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan, di mana setiap keberhasilan dijadikan inspirasi untuk melahirkan prestasi-prestasi baru.