Tahun 2012, Kementan Perbanyak Program Pemberdayaan Petani

Avatar psi_faperta
Versi ramah cetak

Membantu petani dalam mengakses permodalan, pada tahun 2012 Kementerian Pertanian masih terus memberikan perhatian terhadap program pemberdayaan petani dengan sasaran PUAP sebanyak 7000 Gapoktan, Pemberdayaan LM3 sebanyak 620 kelompok, Pemberdayaan Sarjana Membangun Desa (SMD) sebanyak 602 kelompok, Pengembangan Desa Mandiri Pangan sebanyak 2.989 desa serta penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) pada 1.265 Gapoktan.

 
“Selama tahun 2011, Kementerian Pertanian telah mengembangkan fasilitas pembiayaan dalam bentuk skim kredit program dengan subsdi bunga dan penjaminan serta pemberdayaan kelembagaan petani. Tercatat 9.096 desa telah melaksanakan program PUAP dan pemberdayaan kelompok untuk LM3 sebanyak 1.033 kelompok,” kata Menteri Pertanian,       Dr.Ir. Suswono, MMA di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (2/1), ketika menyampaikan Refleksi Tahun 2011 dan Rencana Pembangunan Pertanian 2012.
 
Menurut Mentan, berbagai kredit program yang dikembangkan seperti Kredit Ketahanan Pangan – Energi (KKP-E), Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP), Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ternyata realisasi serapannya masih sangat rendah dengan kisaran antara 4,7% sampai 18,1%. “Beragam persyaratan perbankan dan bunga yang masih tinggi menjadi hambatan akses petani terhadap program kredit yang dikembangkan.Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan komitmen dari semua pihak khususnya dari sektor perbankan agar upaya dan niat baik dari Pemerintah untuk membantu petani ini dapat terlaksana dengan baik, “ jelas Mentan.
 
Pada bagian lain, Mentan mengatakan penyerapan anggaran menjadi salah satu tantangan internal Kementerian Pertanian yang menjadi prioritas untuk dibenahi. Maka, dia berharap pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana lebih merata sepanjang tahun sehingga tidak terjadi akumulasi penumpukan di akhir tahun. "Hal ini sejalan dengan Direktif Presiden tentang percepatan serapan anggaran pelaksanaan pembangunan agar lebih efisien, efektif dan lebih berhasil guna,” kata Mentan.
 
Untuk itu, Mentan telah meginstruksikan kepada seluruh jajaran lingkup Kementerian Pertanian agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan pembangunan pertanian dengan target kinerja antara lain: Pembuatan Pedoman Umum (Pedum) dan Petunjuk Teknis diterbitkan pada bulan Januari 2012 untuk selanjutnya dapat diterima KPA Daerah/Provinsi/Kabupaten pada akhr Januari 2012 dan dapat segera disosialisasikan oleh jajaran eselon I ke daerah. Sementara itu, SK Penetapan Perangkat Pengelola Keuangan (Pusat dan Daerah) harus selesai pada bulan Januari 2012, adapun Revisi DIPA (kesalahan administratif) diharapkan selesai pada Februari 2012 dan Revisi kegiatan dapat dilaksanakan pada Mei 2012.
 
“Dengan demikian, diharapkan target serapan anggaran tahun anggaran 2012, Triwulan I mencapai 20%, TriwulanII mencapai 40% dan Triwulan ke III sebesar 70%. Saya juga meminta secara khusus agar masing-masing Eselon I dapat memberikan laporan kepada saya pada bulan Maret, Juli dan Oktober,” kata Mentan.
 
Adapun untuk kegiatan pokok (Belanja Sosial, Belanja Barang, Belanja Modal), Mentan meminta agar dilaksanakan lebih awal, CP/CL selesai bulan Maret dan Percepatan penyelesaian kegiatan dilaksanakan pada periode Agustus – September 2012. “Jika ada peraturan yang menghambat/ yang dibutuhkan maka dapat diselesaikan pada bulan Februari 2012,” jelas Mentan.
 
Sementara itu, kegiatan dalam pos belanja modal/barang, dengan pola kontraktual dapat terealisasi untuk penandatanganan kontrak pada bulan Juni 2012, dan penyelesaian pekerjaan pada bulan September 2012. Mentan juga meminta agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) di semua Eselon I dapat terbentuk pada Januari 2012, dan Proses pelelangan dapat dilaksanakan dengan  e-procurement.
 

 

 

Sumber: deptan.go.id