EVALUASI TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PURWOKERTOMUHAMMADIYAH

Avatar psi_faperta
Versi ramah cetak
JudulEVALUASI TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PURWOKERTOMUHAMMADIYAH
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2013
AuthorsRahmatunisa R
AdvisorsWijanarko G, Haryanti P
DegreeS1 (Teknik Pertanian)
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
Abstract

Makanan jajanan berperan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Makanan
jajanan di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) cukup
bervariasi. Pada umumnya konsumen dan pedagang tidak banyak mengetahui
tentang keamanan pangan padahal pada makanan jajanan mungkin terdapat
bahaya–bahaya seperti bahaya fisik, kimia, maupun mikrobiologis yang dapat
mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil
pedagang dan konsumen makanan jajanan di sekitar kampus UMP, 2) mengetahui
bahaya-bahaya yang terdapat pada makanan jajanan di sekitar kampus UMP,
3) mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan makanan
jajanan di sekitar kampus UMP.
Penelitian dilakukan secara survei pada 11 orang pedagang yang dihitung
berdasarkan metode Slovin dan 20 orang konsumen dengan metode accidental
sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate
stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode spearman rank correlation. Variabel yang diamati meliputi
kondisi pedagang dan konsumen makanan jajanan, bahaya fisik, bahaya kimiawi,
bahaya mikrobiologis, dan faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan pangan
seperti tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan pedagang dan konsumen, serta
tingkat sanitasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 9 orang responden pedagang
(81,81%) menjaga keamanan pangan dari makanan jajanan yang dijual sedangkan
10 orang responden konsumen (50%) tidak mengetahui tentang keamanan pangan
makanan jajanan yang dikonsumsi. Bahaya fisik yang ditemukan berupa rambut
dan kerikil pada 3 sampel makanan jajanan (21%). Bahaya kimiawi tidak
terdeteksinya methanyl yellow pada semua sampel makanan jajanan. Bahaya
mikrobiologis yang di temukan pada semua makanan jajanan yang diujikan
positif mengandung mikroba namun tidak semua makanan jajanan yang diujikan
positif mengandung E.coli. Makanan yang mengandung E.coli hanya pada bakso
(0,72 cfu/ mg), mie ayam 1 (0,72 cfu/ mg), mie ayam 2 (0,36 cfu/ mg) , burjo 2
(0,30 cfu/ mg), getuk singkong (0,62 cfu/ mg) dan es teh 1 (0,36 cfu/ ml).
Berdasarkan uji Spearman rank correlation faktor yang mempengaruhi tingkat
keamanan pangan makanan jajanan di sekitar kampus UMP adalah tingkat
pengetahuan, sedangkan tingkat pendidikan dan tingkat sanitasi tidak
mempengaruhi tingkat keamanan pangan.

Street food contribute to fill nutritional needs. Street food around campus of
Muhammadiyah Purwokerto University (UMP) varies enough. In general
consumer and vendor not many know about food safety, consequently they do not
care about standards of food hygiene and health whereas in the street food may
be there were hazards such as physical hazards, chemical hazards, and
microbiological hazards which can damage the health. This research purpose to
1) know the vendor and consumer street food’s profile around UMP’s campus, 2)
know the hazards found in street foods around UMP’s campus,, 3) know the
factors that influence the level of food safety of street foods around UMP’s
campus.
The reaserch was conducted surveys at 11 vendors who calculated based
methods Slovin and 20 consumers with accidental sampling method. The sampling
technique used proportionate stratified random sampling. Data analysis
techniques used in this research was spearman rank correlation method.
Observed variables include condition of street food vendors and consumers,
physical hazards, chemical hazards, microbiological hazards, and the factors that
affect food safety such as level of education, the level of vendors and consumers,
as well as the level of sanitation.
The results showed that 9 vendors (81,81%) always keep food safety of
street food which they sold, while 10 consumers (50%) are not aware about the
food safety of street foods that their consumption. In the physical hazards found
hair and pebbles on 3 sample street foods (21%). In chemical hazards not
detected methanyl yellow in all samples street foods. In microbiological hazards
all of street foods tested positive for microbial. But not all of street food which
tested positive contain E.coli just meatballs (0,72 cfu/ mg), chicken noodle 1 (0,72
cfu/ mg), chicken noodle 2 (0,36 cfu/ mg), burjo 2 (0,30 cfu/ mg), getuk cassava
(0,62 cfu/ mg) and iced tea 1 (0,36 cfu/ ml ). Spearman rank correlation test is
based on the factors that influence the level of food safety hawker food around
UMP’s campus was the level of knowledge, while the level of education and
sanitation levels do not affect the level of food safety.